Jika kalian menyadari, teknologi punya peran yang besar dalam membuat hidup kita semakin nyaman. Salah satu produk keberhasilan teknologi yang kegunaannya dapat diterapkan di berbagai industri adalah face recognition atau pengenal wajah. Teknologi face recognition tidak hanya digunakan untuk kebutuhan gaya hidup seperti membuka layar smartphone, rekomendasi tag foto di Facebook, ataupun saat membuat akun perbankan secara digital, tapi teknologi ini juga bisa membantu kita untuk menangkap kriminal hingga menemukan orang hilang.
Namun sebelum kita membahas hal ini lebih jauh, satu hal yang mesti kita pahami adalah face recognition berbeda dengan face detection.
Hal ini dikarenakan kedua istilah tersebut merupakan bidang penelitian yang berbeda. Merujuk pada situs ensiklopedia online wikipedia, face detection adalah teknologi komputer yang menentukan lokasi dan ukuran wajah manusia yang terkandung di dalam sembarang citra digital.
Gambar 1: Ilustrasi programmer wanita memindai wajahnya dengan teknologi keamanan biometrik di layar virtual digital.
Teknologi ini hanya mendeteksi keberadaan wajah dan menghiraukan objek lainnya seperti bangunan, pepohonan, dan tubuh manusia itu sendiri. Sedangkan teknologi face recognition adalah bidang penelitian yang banyak diminati sejak tahun 1960 an, dimana di tahap awal konsep ini dikembangkan dengan adanya mesin otomatisasi pengenal wajah di komputer yang digagas oleh Woody Bledsoe dan kawan-kawan.
Pada dasarnya teknologi ini digunakan untuk mengenali/mengidentifikasi wajah seseorang yang diambil dari citra digital atau frame video berdasarkan citra wajah yang ada pada database wajah. Database wajah yang telah dibangun sebelumnya digunakan untuk mencocokkan satu persatu ciri wajah yang telah tersimpan dengan ciri wajah seseorang yang akan diidentifikasi.
Kembali ke penjelasan terkait teknologi face recognition , hal ini adalah sistem identifikasi biometrik, dimana sistem ini dapat mengidentifikasi seseorang dengan fitur-fitur khusus pada tubuh maupun DNA yang membedakan satu orang dengan orang lainnya.
Dalam perkembangannya, sistem keamanan biometrik semakin diminati karena dianggap lebih akurat dan tak bisa dipalsukan. Penggunaan teknologi biometrik ini tentunya didorong melalui algoritma machine learning. Bisa dibilang, face recognition adalah salah satu sistem identifikasi biometrik yang sangat efektif dalam menghasilkan informasi.
Gambar 2: Ilustrasi wanita menggunakan teknologi face recognition di gawainya.
Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan algoritma machine learning berupa neural network yang berperan penting dalam pengembangan sistem facial recognition. Beberapa contoh identifikasi biometrik lainnya yang mungkin lebih familier dengan kita adalah teknologi fingerprint atau sidik jari, retina scanning, iris scanning, serta voice recognition.
Melanjutkan penjelasan sebelumnya, algoritma machine learning neural network memiliki arti bahwa cara kerja yang ada dibuat berdasarkan model cara kerja otak manusia.
Algoritma ini kemudian mencoba meniru proses otak mengenali wajah seseorang. Alam bawah sadar otak akan mencoba mengenali fitur-fitur khusus pada wajah. Seperti jarak antara mata, tinggi dahi, lebar hidung, dan sebagainya. Algoritma face recognition dirancang untuk memetakan fitur wajah seseorang secara matematis. Data fitur wajah yang disebut faceprint ini kemudian disimpan untuk dicocokkan dengan hasil pencarian.
Baik deteksi wajah maupun pengenalan wajah, keduanya dibutuhkan untuk membangun suatu sistem pengenalan wajah. Teknologi face recognition digunakan untuk mengambil area wajah seseorang yang tertangkap pada webcam (biasanya ditandai dengan kotak merah yang mengelilingi wajah). Kemudian berdasarkan citra wajah yang terdeteksi, langkah selanjutnya adalah identifikasi wajah tersebut apakah sang pemilik wajah sudah terdaftar dalam database wajah yang telah tersimpan sebelumnya.
Nah dari data base yang tercipta ini lah data unik yang tersimpan dapat dimaksimalkan serta diterapkan sesuai dengan kebutuhan. Tentu penerapannya sangat luas terutama di industri sekarang ini, mulai dari industri otomotif, retail, pendidikan, hingga kesehatan.
Melihat dari perkembangan yang ada tentu inovasi dan pemaksimalan face recognition tidak akan berhenti sampai di sini. Terlebih dengan pesatnya digitalisasi dan juga perkembangan data akan membawa banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan sistem face recognition secara luas. Maka dari itu, yuk siapkan diri untuk perkembangan teknologi berbasis data!
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to The Real World!
Sumber gambar:
Gambar 1: <a href=”https://www.freepik.com/photos/facial-recognition”>Facial recognition photo created by rawpixel.com – www.freepik.com</a>
Gambar 2: <a href=”https://www.freepik.com/photos/mobile”>Mobile photo created by freepik – www.freepik.com</a>