Kamu pasti sudah tidak asing dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Sekarang, ada banyak sekali aplikasi yang menggunakan “teknologi AI”, bahkan berbagai brand banyak membuat “Artificial Intelligence” mereka sendiri.
Supaya kamu nggak ketinggalan jaman, kamu wajib tahu apa itu Artificial Intelligence dan jenis-jenisnya. Simak dalam artikel berikut ini ya!
Seperti namanya, Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang menirukan kecerdasan manusia dengan menggunakan komputer.
Umumnya, AI bekerja dengan menyerap data yang besar (big data), kemudian menganalisa data tersebut untuk menemukan korelasi dan pola, kemudian menggunakan pola ini untuk membuat prediksi tentang masa depan.
Contohnya, Chatbot AI akan mempelajari jutaan data berupa contoh-contoh teks percakapan dengan manusia. Atau Image Recognition Tool yang mempelajari data jutaan gambar dan deskripsinya.
Artificial Intelligence masih terus berkembang, sehingga pengertian AI secara teori dan AI yang nyata akan selalu diperbaharui. Tapi, secara garis besar, kita bisa melihat Artificial Intelligence dari 2 sisi, dari kemampuannya atau fungsinya.
Istilah lain dari Artificial Narrow Intelligence adalah Weak AI atau Narrow AI. Ini adalah tipe AI yang ada dan digunakan saat ini. Bentuk AI yang lain masih teori saja, dan belum benar-benar dikembangkan.
Narrow AI bisa dilatih untuk melakukan tugas yang spesifik, tapi seringkali sudah lebih cepat dari kemampuan otak manusia.
Saat ini, Narrow AI belum bisa melakukan tugas diluar dari hal-hal spesifik yang kita perintahkan. Alih-alih, AI jenis ini menargetkan satu kemampuan kognitif tertentu dan berkembang di spektrum itu.
Kamu kenal Siri, Alexa, dan Chat GPT?
Produk-produk ini juga termasuk dalam Narrow AI.
General AI dianggap sebagai “Strong AI”, tentunya memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan Narrow AI. Tapi, AI jenis ini masih berupa konsep teoritis.
General AI atau Artificial General Intelligence (AGI) seharusnya bisa menggunakan pembelajaran (dari pengalaman sebelumnya) untuk mengerjakan tugas baru dalam konteks yang berbeda, tanpa dilatih dulu oleh manusia.
Jadi, AGI akan mampu melakukan tugas-tugas yang bisa dibuat oleh manusia.
Artificial Intelligence jenis ini juga disebut “superintelligence”. Seperti namanya yang keren banget ini, Super AI punya kemampuan yang sama kerennya.
Super AI bisa berpikir, beralasan, belajar, membuat keputusan, bahkan memiliki kemampuan intelek yang lebih dari manusia. Kebayang, nggak seberapa pintarnya Super AI ini?
Super AI ini akan berevolusi sampai mereka bisa memiliki kebutuhan, kepercayaan, bahkan keinginan sendiri.
Narrow AI, General AI, dan Super AI bisa dibedakan kembali berdasarkan fungsi-fungsinya. Untuk sederhananya, kamu bisa melihat grafik di bawah ini.
Narrow AI sendiri terbagi menjadi dua kategori. Reactive Machine AI dan Limited Memory AI. Sementara Theory of Mind AI ada di bawah General AI, dan Self Aware AI adalah termasuk Super AI.
Sistem AI jenis ini dibuat tanpa memory dan dirancang untuk mengerjakan tugas yang sangat spesifik.
Karena mereka tidak bisa mengingat hasil dan keputusan dari aktivitas sebelumnya, mereka hanya bisa bekerja dengan data yang sekarang disajikan.
Reactive Machine AI adalah cabang dari matematika statistik dan bisa menganalisa data dalam jumlah yang sangat besar dan memberikan hasil analisa yang cerdas.
FUN FACT!
Reactive Machine AI pernah mengalahkan Grandmaster Garry Kasparov di tahun 1990an dalam permainan catur.
AI ini menganalisa buah catur di atas papan untuk memprediksi hasil yang bisa terjadi dari setiap gerakan .
Seperti namanya, AI jenis ini bisa mengingat hasil kerjanya di masa lalu dan memonitor obyek atau situasi tertentu seiring berjalannya waktu.
Limited Memory AI bisa menggunakan data di masa lalu dan sekarang untuk membuat keputusan yang diharapkan. Sayangnya, Limited Memory AI tidak bisa menyimpan data-data di masa lalu ini untuk periode jangka panjang.
FUN FACT!
Limited Memory AI digunakan oleh self driving cars atau mobil-mobil tanpa pengemudi (otomatis) buat mempelajari area sekitarnya secara real time.
Setelah melakukan hal ini, mereka akan mengambil keputusan kapan harus menekan gas, rem, putar balik, dan masih banyak lagi!
Theory of Mind AI jatuh ke kategori General AI. Dan walaupun sekarang AI ini belum terwujud, “Theory of Mind” AI seharusnya memiliki fungsi untuk memahami pikiran dan emosi entitas lainnya dan berinteraksi sesuai dengan pemahaman tersebut.
Nah, di level inilah AI bisa mensimulasikan hubungan seperti manusia dengan sesamanya.
Karena Theory of Mind AI bisa memahami alasan dan motif di balik keinginan manusia, AI ini diharapkan bisa berinteraksi dengan manusia secara terpersonalisasi.
Self-aware AI jatuh ke dalam kapabilitas Super AI. Seperti Theory of Mind AI, Self Aware AI ini masih berupa teori saja.
Tapi, kalau suatu hari nanti Self Aware AI ini bisa dicapai, AI bisa memahami kondisi internalnya sendiri dan seperti manusia, akan punya kebutuhan emosinya sendiri.
Tadi kamu sudah membaca berbagai jenis AI, sekarang waktunya belajar tentang aplikasi sesungguhnya teknologi AI
Melalui computer vision, Narrow AI bisa dilatih untuk menerjemahkan dan menganalisa visual di sekitar kita.Tujuannya agar komputer bisa mengidetifikasi dan mengkategorikan objek di dalam gambar atau video.
Kamu sendiri pasti juga pernah merasakan teknologi computer vision. Misalnya saja dalam facial recognition yang jadi password handphone kamu.
Computer Vision ini sangat penting dalam membantu mesin AI untuk berinteraksi dengan dunia sekitar mereka. Teknologi inilah yang digunakan oleh mobil otomatis untuk “melihat” dan menavigasi jalan tanpa perlu supir.
Walaupun belum secanggih film transformer, saat ini teknologi robot sudah semakin berkembang. Dan dengan bantuan Narrow AI, robot sudah bisa melakukan tugas-tugas repetitif.
Di dunia kesehatan, robot yang menggunakan teknologi AI bahkan sudah bisa membantu para dokter dalam memonitor organ vital manusia dan mendeteksi kalau ada potensi bahaya di meja operasi.
Tidak berhenti di sana, mesin-mesin pertanian juga sekarang sudah bisa membajak tanah, menanam benih, menyiram tanaman secara otomatis dengan menggunakan Narrow AI.
Expert system berupaya menirukan proses pengambilan keputusan yang dimiliki oleh manusia, supaya bisa menyelesaikan masalah yang kompleks.
Sistem ini bisa mengevaluasi data dalam jumlah yang besar untuk menemukan pola dan tren. Tidak berhenti disana, sistem ini juga bisa memprediksi masa depan dan memahami kenapa sesuatu terjadi di masa lalu.
Tahukah kamu, Universitas Bunda Mulia telah meluncurkan Artificial Intelligence Education Consultant Pertama di Indonesia dengan nama Biem. AI ini bertugas membantu calon mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai perkuliahan dan kebutuhan kampus, pastinya dengan personalisasi untuk masing-masing user.
Tak sampai disana saja, UBM juga meluncurkan program studi Artificial Intelligence untuk tahun ajaran 2025! Pembelajaran AI di UBM berfokus pada mendalami teknologi dan metode yang digunakan untuk membuat sistem yang mampu meniru kemampuan berpikir manusia, supaya bisa memecahkan permasalahan yang ada di dunia industri. Caranya dengan menerapkan algoritma dan model AI yang mencakup Machine Learning, Deep Learning, dan Computer Vision.
Dapatkan informasi selengkapnya mengenai pendaftaran kuliah di Universitas Bunda Mulia
KAMPUS ANCOL
Jalan Lodan Raya No.2, Jakarta Utara 14430
No Telp: 021 690 9090
KAMPUS SERPONG
Jalan Jalur Sutera Barat Kav. 7-9, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
No Telp: 021 8082 1428
Temukan juga kami di berbagai platform media sosial di bawah ini:
Instagram klik di sini
Youtube klik di sini
Tiktok klik di sini
WhatsApp klik di sini
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World! ✨
Referensi:
https://www.techtarget.com/searchenterpriseai/definition/AI-Artificial-Intelligence
https://www.ibm.com/think/topics/artificial-intelligence-types
READ MORE