Keep Exploring.
Oleh Florentia Janice (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBM Kampus Serpong Angkatan 2018) – Era kini adalah wujud dimana sebagian besar informasi berasal dari internet. Melalui media daring tersebut, siapapun dapat mengakses segudang informasi dengan mudah, yang terkadang belum tentu akurat. Namun tidak bisa dipungkiri, berita hoax memang kadang memiliki daya tarik tersendiri ketimbang berita asli di belakangnya.
“Jurnalisme Data” pun digadang penting dalam setiap elemen masyarakat. Hal ini yang menjadi perhatian dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang menganggap bahwa produk jurnalisme membutuhkan sebuah data, yang nyatanya juga berguna dalam bidang lain, seperti sektor swasta.
Selasa (09/07), FGD AJI Indonesia mengajak perwakilan akademisi yang terdiri dari 20 Universitas Terpilih yang memiliki jurusan jurnalistik di Indonesia untuk mendorong pengembangan jurnalisme data dalam sebuah diskusi. Universitas Bunda Mulia berkesempatan diundang dalam focus group discussion (FGD) tersebut dengan diwakili oleh Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Kampus Serpong yaitu Patricia Robin,S.I.Kom., M.I.Kom.
Sekretaris Jenderal AJI, Revolusi Riza mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk kerjasama AJI yang ingin terjun langsung ke dunia akademis dengan tujuan nantinya jurnalisme data bisa menjadi bagian dari kurikulum. Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan industri media pada masa mendatang, membutuhkan para jurnalis yang memiliki pengetahuan dan kecakapan mengenai data.
Selain diskusi, FGD ini juga memperkenalkan platform www.jurnalismedata.id, sebagai wadah pembelajaran mengenai jurnalisme data, khususnya untuk jurnalis, mahasiswa, maupun masyarakat. Dimana dalam laman tersebut, setiap peserta berkesempatan mendapatkan pelatihan secara online dan penghargaan berupa sertifikat.
Selain dari AJI, FGD ini juga menghadirkan Tenaga Ahli dari Kantor Staf Presiden (KSP), yaitu Robertus Theodore yang juga membahas perbaikan standar layanan penyediaan data berbasis elektronik dan peningkatan kualitas data yang terus menurus dilakukan yang didampingi pemerintahan daerah. Diharapkan melalui diskusi ini, wawasan mengenai pentingnya sebuah data, tidak hanya dilingkungan pekerjaan saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari- hari. Demikian halnya pemanfataan data dalam kawasan akademis, khususnya bidang Komunikasi yang menjalar ke jenjang profesi agar terhidar hoax. Semua langkah ini dilakukan demi menghasilkan kualitas berita mumpuni dan mengedukasi masyarakat.
Keep Exploring.
360 Virtual Tour
Berita UBM