Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok terus berkembang, terlihat dari meningkatnya jumlah proyek besar seperti kereta cepat WHOOSH dan infrastruktur lainnya. Seiring hal itu, kebutuhan akan penerjemah bahasa Mandarin semakin tinggi untuk menjembatani komunikasi lintas budaya. Peran penerjemah tidak hanya memastikan kelancaran komunikasi tetapi juga menjaga sensitivitas budaya, menjadikannya profesi yang strategis di tengah era globalisasi.
Menanggapi kebutuhan ini, Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia mengadakan Kuliah Tamu bertema “Becoming a Professional Mandarin Translator: Skills and Challenges in the Era of Globalization” pada Rabu, 20 November 2024. Acara ini menghadirkan Ivana Natallia, penerjemah berpengalaman, untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada mahasiswa/i semester 7 yang menempuh mata kuliah Indonesian-Chinese Translation. Kuliah ini bertujuan membantu peserta mempersiapkan diri sebagai penerjemah profesional dan membangun kepercayaan diri tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi AI.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di dua kampus ini berjalan dengan baik sesuai rencana, diikuti dengan antusias oleh para peserta. Mahasiswa/i memperoleh wawasan mendalam mengenai tantangan dan peluang di dunia penerjemahan, yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk berkontribusi dalam mempererat hubungan budaya dan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok melalui peran sebagai penerjemah yang kompeten dan profesional.