Oleh Florencia Karuna Suherman (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong Angkatan 2023) – Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong sukses mengadakan Kuliah Umum pada mata kuliah Multimedia Editing dan Broadcast and Digital Programming dengan tema “Frame by Frame: Menghidupkan Narasi melalui Audio dan Visual” yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Maret 2025 di Ruang Kelas 1408 dan 1409, Lt. 14, UBM Tower pukul 10.00 – 13.10 WIB menghadirkan George Arif Kurniawan selaku Creative Director di Spin Productions sebagai narasumber.
Acara diawali dengan MC yang mengarahkan untuk pemberian kata sambutan dari Pak Nugroho Adi Susilo, S.Sn., M.I.Kom. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari Pak George Arif yang memutarkan film berjudul Minari dari Korea tahun 2020 dengan peserta diminta untuk melihat berbagai macam ekspresi pesan hanya dalam 3 menit di awal. Lalu, Pak George mengenalkan tentang film, yaitu sekumpulan gambar bergerak yang direkam dan memiliki penceritaan di dalamnya. Asal muasalnya dengan adanya tim berupa director, writer, editor, actor dan DP. Film itu tidak menuturkan tapi memperlihatkan cerita
Sumber: Foto/Kevin Andrico
“Berapapun jumlah krunya, pekerjaan tetap harus diselesaikan,” jelas Pak George pada penjelasan materinya. Peran director mencakup semua proses dari pra produksi sampai pasca produksi. Lalu, Pak George juga menunjukkan trailer film Joshua Tree yang akan segera diluncurkan dan pernah membuat iklan Pink Rabbit Lens × Fadly – Boxing. Kegiatan reading dan rehearsal bisa intens tergantung proyek. Kuncinya adalah membangun chemistry. Tugas utama director adalah menyatakan visinya, dengan talent memberikan opsi ingin menjadi seperti apa hasilnya.
Salah satu mahasiswa semester 4 jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Broadcasting, Wilson Farant bertanya tentang problem solving ketika tim tiba-tiba memberikan banyak sekali pilihan saat produksi yang bisa saja berbeda dengan rencana di pra produksi. Pak George menjawab bahwa kita harus memiliki keseimbangan antara memutuskan dan mendengarkan. Maka, kita harus sesuaikan dengan skrip agar tidak molor.
Sumber: Foto/Florencia Karuna Suherman
Mahasiswa semester 6 jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Broadcasting, Jason juga ikut bertanya tentang keadaan ketika imajinasi kita dibatasi oleh klien dalam pembuatan sebuah film. Pak George membalas, “Kalau dibatasi, saya pasti akan merasa kesal. Tapi, director juga perlu tahu batasan bahwa tidak mungkin semua imajinasinya bisa terkabulkan. Kerjaan bikin film itu bukan cuma soal seni, tapi soal komunikasi dan industri.”
Pak George memberi pesan bahwa kita harus selalu asertif dan belajar terus. “Saya membuat apa yang saya suka karena tidak pernah ada batasan apapun dalam berkarya. Yang penting adalah deliver dan dengan sendirinya orang akan datang pada kamu,” Acara dilanjutkan dengan pemberian kata penutup dari Miss Virgitta Septyana, S.I.Kom., M.Si. dan ditutup dengan dokumentasi bersama.
Universitas Bunda Mulia, “Bridging Education to The Real World”