Oleh Florencia Karuna Suherman (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong Angkatan 2023) – Sabtu (21/09), Universitas Bunda Mulia Serpong mengirimkan 4 mahasiswa sebagai perwakilan untuk mengikuti Pelatihan Pers Kampus “Showing The Adinegoro Spirit Towards a Global Campus” yang diselenggarakan oleh LSPR Institute dan Persatuan Wartawan Indonesia.
Perwakilan mahasiswa itu adalah Yesha Meilinda dan Jason Mandak sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi semester 5, serta Aurel Caroline dan Florencia Karuna Suherman sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi semester 3. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik mahasiswa sehingga mereka akan terinspirasi untuk menyuarakan kebenaran melalui media kampus.
Sumber: Dokumentasi Jason Mandak
Pelatihan yang diikuti oleh 100-an mahasiswa dari 15 kampus Jabodetabek ini diadakan di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR Jakarta dari pukul 09.00 – 14.00 WIB. Acara ini menghadirkan narasumber-narasumber yang memiliki kredibilitas tinggi yaitu Bapak Raymundus Rikang selaku Jurnalis Tempo, Bapak Merdi Sofansyah selaku Wakil Ketua Departemen Multimedia PWI dan Empu Ageng Oscar Motuloh selaku Dosen ISI Yogyakarta.
Ketika memasuki ruangan, para peserta melakukan registrasi di meja depan dan mengisi link pre-test. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pemberian kata sambutan Dekan Fakultas Komunikasi & Bisnis LSPR, Dr. Sri Ulya, M.Si., serta Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun.
Pelatihan memasuki sesi inti dengan pemberian materi pada Workshop Penulisan Feature oleh Bapak Raymundus Rikang selaku Jurnalis Tempo. Ada salah satu pertanyaan menarik tentang berbagai macam intervensi di dalam Tempo yang bisa terjadi ketika akan memposting sebuah berita.Bapak Raymundus menjawab, “Rapat menjadi jalan untuk mencegah intervensi itu. Bila mayoritas peserta rapat setuju maka harus go. Tempo tidak ada pemegang saham mayoritas sehingga hal tersebut akan lebih kecil terjadi.”
Selanjutnya, materi Produksi Video & Persiapan Lomba dibawakan oleh Bapak Merdi Sofansyah selaku Wakil Ketua Departemen Multimedia PWI. Pada materinya, Bapak Merdi berkata bahwa video itu harus sesuai dengan konsepnya antara di televisi atau sosial media.Pertanyaan terkait kredibilitas informasi di media sosial yang semakin menurun, datang dari Florencia Karuna sebagai perwakilan Universitas Bunda Mulia Serpong. “Paradigma seseorang dan verifikasi konten menjadi jalan untuk memikirkan pesan dan dampak dari video yang kita sebarkan. Kuncinya adalah verifikasi dan konfirmasi, kalau video ini tidak ada manipulasi AI,” jawab Bapak Merdi.
Setelah itu, Empu Ageng Oscar Motuloh melanjutkannya dengan materi Fotografi Sensitif. Empu Oscar mengatakan bahwa the way of seeing adalah basic fotografi. Seorang fotografer harus menebak titik tertinggi sebelum kejadian itu ada. Acara dilanjutkan dengan sesi Q&A dan pengumuman 3 foto onsite pelatihan yang terbaik dari mahasiswa oleh Bapak Merdi dan Empu Oscar sebagai penilai.
Sumber: Dokumentasi Jason Mandak
Pengumuman untuk tiga penanya terbaik pada sesi materi juga diberitahukan. Florencia Karuna dari Universitas Bunda Mulia Serpong terpilih dan menerima buku hasil penelitian Dr. Sri Ulya, Dekan Fakultas Komunikasi & Bisnis LSPR yang berjudul Radiomorfosis. Acara ditutup dengan mengisi link post-test dan menikmati hidangan soto bersama.
Universitas Bunda Mulia “Bridging Education to The Real World”