Oleh Sylviana Hannyca Ho (Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2024) – Selasa (10/12), Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Serpong berhasil melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat “Workshop Suara Demokrasi” bersama Nico selaku Tim Marketing Universitas Bunda Mulia Serpong, Ibu Veronika Ita Karina Tarigan, S.Sos., M.I.Kom. dan Ibu Anis Hamidati, S.Sos., Ph.D. selaku Dosen dari Prodi Ilmu Komunikasi, serta Sylviana Hannyca Ho sebagai mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi. Acara ini diadakan pada Selasa, 10 Desember 2024 pukul 09.00 – 10.30 WIB di SMA Tarsisius Vireta yang dihadiri oleh 129 siswa kelas 10 dan 11. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa-siswi tentang pentingnya hak suara mereka dalam proses demokrasi.
Sumber: Dokumentasi Tim Marketing UBM
Acara dimulai dengan sambutan oleh Wakil Kepala Sekolah Tarsisius Vireta, kemudian dilanjutkan dengan sesi interaktif yang dipandu oleh Ibu Anis yang mengajak siswa-siswi untuk bermain “Kahoot”, sebuah platform kuis interaktif yang membuat suasana menjadi lebih menyenangkan dan mendidik. Kegiatan ini berhasil memotivasi para siswa untuk lebih aktif dan tertarik dalam memahami konsep-konsep dasar demokrasi. Selain itu, kegiatan interaktif ini dapat menunjukkan seberapa banyak siswa-siswi yang telah mengerti dasar-dasar mengenai “Suara Demokrasi”. Bagi pemenang yang mendapatkan juara 1 dan 2 dalam kuis ini mendapatkan hadiah menarik yang diberikan langsung oleh Ibu Anis.
Setelah sesi interaktif, Ibu Ita memberikan presentasi yang menekankan pentingnya hak suara dalam demokrasi. Beliau menjelaskan bagaimana hak suara adalah pilar utama dalam menjaga dan memperkuat sistem demokrasi. “Saya dulu juga pernah bekerja di bidang yang berhubungan dengan ini,” ucap Ibu Ita yang menambah kredibilitas atas pesan yang disampaikannya.
Ibu Ita juga menekankan bahwa partisipasi aktif dalam pemilihan adalah tanggung jawab setiap warga negara untuk memastikan bahwa aspirasi mereka terwakili dalam pengambilan keputusan. “Contohnya baru baru ini adalah saat pilkada kemarin,” kata Ibu Ita untuk mengilustrasikan bagaimana partisipasi aktif dalam pemilu dapat mempengaruhi hasil yang berdampak pada masyarakat. Ibu Ita juga menambahkan hak suara yang dimiliki harus digunakan sebaik-baiknya untuk pemimpin yang baik juga.
Sumber: Dokumentasi Tim Marketing UBM
Setelah penyampaian materi, Ibu Ita mengajak siswa-siswi untuk melakukan kegiatan interaktif dengan memilih 12 orang peserta yang akan dibentuk menjadi 3 kelompok dan berisikan 4 orang. Pada kegiatan ini, Ibu Ita ingin mereka berperan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang akan membuat visi dan misi yang menarik dan mampu membuat perubahan untuk daerah yang akan dipimpin mereka nanti.
Sebagai tantangan, ketiga tim tersebut hanya diberikan waktu 5 menit untuk mendiskusikan visi misi mereka. Selain memberikan keseruan, kegiatan ini melatih peserta untuk berpikir secara kritis, bekerja sama dengan tim dan memahami proses pembuatan kebijakan untuk publik. Saat sesi ini berakhir, Ibu Ita berkata bahwa hak suara yang benar tentu harus digunakan di mana saja, tidak hanya pada pilkada.
Sebagai contoh lain yaitu kegiatan pemilihan ketua OSIS. Pemilihan ini menentukan bagaimana masa depan sekolah yang baik, maka dari itu kita harus menjadi pemilih yang cerdas. “Karena kalian sebentar lagi akan ada pemilihan ketua OSIS, saya akan mengundang salah satu orang yang agak berpengalaman nih di OSIS.” Ibu Ita menutup materi yang disampaikan dengan mengajak salah satu mahasiswa untuk menceritakan pengalamannya saat SMA di OSIS dulu.
Sesi dilanjutkan dengan Sylviana Hannyca Ho yang merupakan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi semester 1 yang menyampaikan bahwa penggunaan hak suara yang benar akan memberikan pemimpin yang baik. “Jangan hanya memilih pemimpin berdasarkan cantik, ganteng atau karena dia teman kita, tetapi pilih berdasarkan visi misi yang menurut kalian bagus dan mampu memberikan inovasi untuk masa depan,” ucap Sylvi.
Selain itu, kita juga bisa melihat aspek lain melalui pribadi orang tersebut. Sylvi menceritakan pengalaman buruknya saat bergabung dengan OSIS saat SMA dahulu. Ketua OSIS yang terpilih bukan karena kerja yang baik, tetapi karena temannya yang banyak sehingga menyebabkan kekacauan dalam program kerja yang dijalankan. Bila menggunakan hak suara dengan baik, maka hal tersebut tidak akan terjadi, terutama pada anggota OSIS.
“Kalau Ketua OSIS-nya nggak bagus kerjanya, yang repot ya kalian yang jadi anggota terutama wakilnya.” jelas Sylvi. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa para calon pemimpin harus mampu menunjukkan bahwa mereka memang layak menjadi seorang pemimpin, dengan bertanggung jawab akan tugas dan kewajiban mereka sebagai ketua. Dengan contoh nyata ini, diharapkan siswa-siswi SMA Tarsisius Vireta memiliki pemahaman dan mampu menghargai hak suara mereka, bahkan dalam konteks di sekolah. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari salah satu guru di SMA Tarsisius Vireta kepada Tim Universitas Bunda Mulia Serpong dan dilakukan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.
Sumber: Dokumentasi Tim Marketing UBM
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat “Workshop Suara Demokrasi” di SMA Tarsisius Vireta ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi para siswa untuk memahami pentingnya demokrasi dan cara mereka dapat berkontribusi sebagai generasi muda. Workshop ini tentunya merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk mendidik siswa-siswinya menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Universitas Bunda Mulia “Bridging Education to The Real World”