Jakarta, 13 Febuari 2025 – Sebuah penelitian yang berjudul “The Role of Ecocultural Communication, Dialogue, and Collective Action in the Sustainability of Mangrove Ecotourism” telah berhasil terbit di jurnal Multidisciplinary Reviews terindeks Scopus Q3 oleh tim peneliti yang terdiri dari Dr.Muhamad Isnaini, Dr. Lasmery Girsang, Yuhdi Fahrimal, dan Dr. Aprilianti Pratiwi. Penelitian ini merupakan bagian dari implementasi hibah Bima Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti) tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi ekokultural, dialog, dan aksi kolektif dapat berkontribusi pada keberlanjutan ekowisata mangrove di Indonesia. Mangrove, sebagai ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, penebangan liar, dan polusi mengancam keberlanjutan ekosistem ini.
Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan serangkaian studi lapangan di beberapa lokasi ekowisata mangrove di Indonesia. Mereka mengumpulkan data melalui wawancara, survei, dan diskusi kelompok terfokus dengan masyarakat lokal, pengelola ekowisata, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dan dialog antara semua pihak terkait sangat penting untuk menciptakan kesadaran dan partisipasi dalam upaya pelestarian mangrove.
“Melalui penelitian ini, kami berharap dapat memberikan rekomendasi yang konkret untuk pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan. Aksi kolektif yang melibatkan masyarakat lokal, pemerintah, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menjaga ekosistem mangrove dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Muhamad Isnaini, salah satu peneliti.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dan praktisi ekowisata dalam merancang program-program yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Dengan dukungan hibah Bima Kemeristekdikti, tim peneliti berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian ini dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir. Adapun abstrak dari penelitian ini yaitu :
“Mangrove ecotourism on the coast of Jakarta Bay has a strategic role as a flood barrier and conservation area. The coverage of mangrove ecotourism has drastically decreased due to human activities that have turned mangrove forests into residential, industrial areas, and fish ponds. To preserve its role, the sustainability of mangrove ecotourism must be maintained. Although studies on the sustainability of mangrove ecotourism are abundant, empirical research examining the influence of ecocultural communication, dialogue, and collective action is rare. This research, therefore, serves as one of the first attempts to investigate the influence of these three variables. This research aims to examine the effect of ecocultural communication, dialogue, and collective action on the sustainability of mangrove ecotourism around Jakarta Bay coastal area. This research employed a quantitative approach. The primary data collection method used was a questionnaire distributed to 166 respondents who were selected based on purposive sampling. The data were analysed based on PLS-SEM using Smart-PLS 3. The research found that there was a significant influence between ecocultural communication, represented by indicators of communication channels, socialisation, and local wisdom on dialogue. Simultaneously, there was a significant influence between ecocultural communication, dialogue, and collective action with the sustainability of mangrove ecotourism. This study reflects that the communication aspect has a major influence on sustainability. This research also has practical implications for the stakeholders of mangrove ecotourism to implement ecocultural communication, dialogue, and collective action to maintain its sustainability. Further research is needed to strengthen the model obtained using the mixed method approach.”
Link publikasi : https://malque.pub/ojs/index.php/mr/article/view/6785