Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM) Ancol Gelar Kunjungan Industri ke DPMPTSP DKI Jakarta: Ubah Stigma, Bangun Reputasi
Jakarta, 21 Februari 2025 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Bunda Mulia melaksanakan kunjungan industri ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penerapan komunikasi strategis dalam organisasi, khususnya di sektor pemerintahan.
Dengan tema “Ubah Stigma, Bangun Reputasi: Peran Komunikasi dalam Organisasi”, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa berkesempatan memahami bagaimana strategi Public Relations (PR) digunakan dalam membangun citra positif pemerintah serta dalam mengelola komunikasi dengan masyarakat dan media.
Acara ini menghadirkan Rinaldi, S.I.Kom., M.Si, Pejabat Humas, Kepala Subkelompok Diseminasi DPMPTSP, sebagai narasumber utama yang berbagi pengalaman mengenai strategi komunikasi di sektor publik, termasuk dalam pengelolaan reputasi instansi pemerintahan. Dalam paparannya, Rinaldi menekankan pentingnya manajemen isu dan krisis sebagai bagian dari strategi komunikasi organisasi.
“Dalam menangani isu dan krisis, ada beberapa langkah utama yang harus dilakukan. Pertama, kita harus mengumpulkan data yang valid untuk memahami akar permasalahan dengan jelas. Kedua, membentuk tim yang berkompeten agar setiap langkah yang diambil dapat dieksekusi secara profesional dan terarah. Ketiga, menyusun strategi komunikasi yang efektif agar pesan yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah tahapan recovery, yaitu bagaimana kita mengembalikan citra organisasi setelah krisis berlalu. Jika recovery dilakukan dengan baik, krisis justru bisa menjadi momentum untuk membangun kepercayaan yang lebih kuat dari publik,” jelas Rinaldi.
Selain membahas manajemen isu dan krisis, kunjungan ini juga memperkenalkan mahasiswa pada program pelayanan publik DPMPTSP, yang berfokus pada kemudahan dalam pengurusan izin bagi masyarakat. Melalui inovasi layanan berbasis digital dan peningkatan kualitas pelayanan, DPMPTSP terus berupaya membangun nilai (value) yang lebih baik bagi publik. Salah satu bentuk kampanye yang dilakukan adalah melalui hashtag #UrusIzinItuSendiriMudah, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menyederhanakan proses perizinan di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.
Diskusi interaktif ini dipandu oleh Dr. Tetti Nauli Panjaitan, S.Sos., M.I.Kom, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia, yang memoderasi jalannya sesi tanya jawab.
Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Zera Edenzwo Subandi, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan komunikasi di sektor publik. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep PR secara teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana pemerintah menangani komunikasi kebijakan, membangun hubungan dengan pemangku kepentingan, serta menghadapi isu-isu strategis,” ujarnya.
Kunjungan industri ini diikuti oleh 80 mahasiswa dan didampingi oleh 2 dosen pembimbing. Dalam sesi kunjungan, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai peran komunikasi dalam pelayanan publik, transparansi kebijakan, serta strategi dalam membangun reputasi instansi pemerintahan.
Sebagai bentuk apresiasi, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada DPMPTSP, yang diberikan langsung oleh Zera Edenzwo Subandi, S.I.Kom., M.I.Kom. sebagai perwakilan program studi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik serta memperoleh perspektif baru tentang bagaimana komunikasi strategis dapat berperan dalam membangun reputasi organisasi, baik di sektor publik maupun swasta.
Dr. Tetti Nauli Panjaitan S.Sos, M.I.Kom