Keragaman budaya menjadi salah satu kekayaan penting dalam kehidupan manusia. Dalam konteks pendidikan, pengenalan akan budaya-budaya dunia merupakan bagian integral dari pembentukan karakter anak-anak, membantu mereka memahami bahwa di balik perbedaan-perbedaan tersebut, terdapat nilai-nilai universal yang dapat mempersatukan kita sebagai manusia. Seperti yang kita ketahui bahwa Tiongkok sangat kaya akan budaya dan sejarahnya yang panjang. Budaya Tionghoa yang masih dilestarikan oleh etnis Tionghoa ini lah yang sampai saat ini dijaga dan dihormati serta diwariskan ke generasi selanjutnya.
Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia menilai pentingnya untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Tionghoa dan bahasa Mandarin kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan SD ABBAKIDS menyelenggarakan kegiatan untuk memberikan pembelajaran budaya Tionghoa dan bahasa Mandarin dengan tema “Workshop Chinese Festival Activity SD Abbakids” yang akan dikemas dalam bentuk kelas budaya serta workshop keterampilan tangan, di mana materi yang akan disampaikan merupakan materi seputar “Lantern Festival”, “Dragon Boat Festival” dan “Mid-Auntumn Festival”. Kegiatan PKM kali ini dilaksanakan dari 23 Februari, 29 Maret dan 3 Mei 2024, setiap Jumat pukul 09.00-11.00 WIB secara luring di SD ABBAKIDS yang berlokasi di Cipondoh, Tangerang. Kegiatan ini diikuti oleh 23 murid SD ABBAKIDS kelas 4 dan kelas 5 selaku peserta kegiatan; 3 dosen Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia selaku pembicara dan 5 mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia selaku panitia acara. Setiap sesi pembelajaran diawali dengan kegiatan ice breaking yang menarik, kemudian dilanjutkan oleh sesi workshop kesenian Tiongkok, dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab yang dikemas dengan fun games dan diakhiri dengan pengisian formulir umpan balik dan foto bersama.
Kegiatan ini berlangsung dengan sangat baik, para peserta sangat antusias dan aktif belajar dan menggunakan bahasa Mandarin selama proses kegiatan berlangsung. Kami berharap dengan teraksananya kegiatan ini selain dapat meningkatkan minat para peserta dalam mempelajari bahasa Mandarin dan budaya Tionghoa, kami juga berharap kualitas pengajaran bahasa asing khususnya bahasa Mandarin di tingkat sekolah dasar di Indonesia dapat terus meningkat.