Tangerang, 24 Januari 2025 – UKM Talent Master of Ceremony Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong (MCU) berhasil menyelenggarakan workshop dengan tema “Good and Correct Etiquette When Standing on Stage”. Acara ini berlangsung di The UBM Library Hall Lantai 7, Alfa Tower, dengan menghadirkan pembicara berpengalaman yakni Dr. Patricia Robin, S.I.Kom, M.I.Kom.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta mengenai public speaking, khususnya dalam hal persiapan, etiket di atas panggung dan personal branding yang semakin penting bagi seorang Master of Ceremony di era digital. Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Patricia menekankan pentingnya penampilan yang baik sebagai langkah awal untuk memberikan kesan pertama yang positif kepada audiens. Beliau juga mengingatkan bahwa penting sekali menghormati audiens dengan menghindari candaan yang menjurus ke arah fisik agar kesopanan tetap terjaga.
Selain itu, efektivitas dalam menyampaikan pesan adalah hal yang sangat krusial bagi seorang Master of Ceremony. Pesan yang disampaikan harus relevan dan mudah dipahami oleh audiens. Dalam konteks personal branding, pembicara menggarisbawahi pentingnya membangun citra diri yang kuat dengan selalu menunjukkan versi terbaik dari diri sendiri. Berbagai tips yang praktis bagi seorang Master of Ceremony juga diberikan, seperti cara menjaga postur tubuh yang baik, mengelola rasa gugup dan membangun kepercayaan diri. “Gugup itu wajar. Tidak ada yang benar-benar sempurna, tapi kekurangan itu dapat diminimalkan dengan menemukan kenyamanan saat tampil di atas panggung,” ucap Dr. Patricia kepada para peserta.
Sesi tanya jawab menjadi momen menarik bagi para peserta untuk menggali wawasan lebih dalam. Salah satu peserta, Leonardo, menanyakan cara berbasa-basi yang sopan saat menjadi MC. Dr. Patricia menjawab bahwa basa-basi harus relevan dengan konteks acara, tidak mengganggu, dan sesuai dengan situasi. Sementara itu, Osvaldo, seorang mahasiswa semester dua, bertanya tentang perbedaan cara berdiri antara pria dan wanita. Dr. Patricia menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan, tetapi yang terpenting adalah menjaga postur tubuh agar tetap stabil dan memancarkan kepercayaan diri.
Jeanette, peserta lainnya, menanyakan cara menghadapi situasi saat nge-blank di tengah acara. Dr. Patricia menyarankan agar selalu membawa cue card sebagai panduan, meskipun acara bersifat nonformal. Beliau juga menambahkan bahwa kebingungan bisa diubah menjadi momen twist agar audiens tidak menyadari bahwa kita sedang bingung.
Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan permainan interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Para peserta diajak untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari, dengan gaya mereka masing-masing, dalam suasana yang menyenangkan dan penuh semangat.
Acara ditutup dengan pembagian Token of Appreciation kepada narasumber oleh Ketua workshop “Good & Correct Etiquette When Standing on Stage”, dokumentasi, dan sesi foto bersama. Workshop ini berhasil memberikan wawasan yang mendalam sekaligus membangun rasa percaya diri bagi para peserta.
Dibuat oleh: Liony Seviana Soeprapto (13240042)
Mahasiswa Semester 2 Program Studi Psikologi
Universitas Bunda Mulia
Bridging Education to The Real World