Keep Exploring.
Pada hari ini, 30 November 2015. Ms. Supina, S.ST Par., M.Par., MM sedang mengikuti Rapat Kerja Nasional Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Pariwisata yang diadakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Kepariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Peningkatan Kualias Pendidikan Tinggi Pariwisata dalam upaya melakukan sinkrononisasi dan penyesuaian kurikulum yang telah ditetapkan dalam ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals (ACCSTP) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) seiring mulai diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada akhir 2015.
Melalui kegiatan ini diharapkan penggunaan tenaga terdidik di sektor pariwisata tidak lepas dari dua kondisi yang mempengaruhinya. Kondisi pertama, awal perkembangan industri pariwisata di Indonesia diawali dengan munculnya beberapa hotel dan juga industri jasa lainnya sebagai bukti tekad bangsa Indonesia ingin mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pemasukan devisa negara. Ketika itu, tenaga kerja di industri jasa ini berasal dari masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan dan keterampilan. Bahkan disaat itu, tidak sedikit pula tenaga kerja di industri ini berasal dari masyarakat yang hanya memiliki latar belakang pendidikan dasar atau menengah, asal memiliki keinginan dan bersedia bekerja di industri ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri pariwisata di Indonsia berkembang lebih dahulu dibandingkan berdirinya Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata di Indonesia hal ini karena dipicu oleh kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan profesional agar dapat bersaing di tingkat global.
Kondisi kedua, seiring dengan perjalanan waktu akhir tahun 2015 mulai diberlakukan MEA, yang menerapkan aliran bebas pada; barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara ASEAN, yang mendorong Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM sektor pariwisata agar unggul dalam MEA. Sebagai implemenasi dari alirasn bebas tenaga kerja terdidik di sektor pariwisata di masyarakat ASEAN telah ditetapkan ACCSTP. Menyikapi dan mempertimbangkan dua kondisi tersebut, Asdep Pengembangan SDM Kepariwisataan menyelenggarakan Rakernas dalam rangka memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan agar menyelaraskan antara kurikulum pada pendidikan tinggi dan stakeholder pariwisata dalam menyikapi isu-isu strategis pendidikan kepariwisataan yang berkembang di era MEA saat ini.
Keep Exploring.
360 Virtual Tour
Berita UBM