UBM Mengundang Dosen Tamu Profesor Pemasaran: Implementasi Digitalisasi pada Penelitian Kuantitatif
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM) Kampus Ancol menyelenggarakan Kuliah Umum dengan menghadirkan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D. Kehadiran Prof. Usep sangat menarik perhatian para mahasiswa serta dosen-dosen UBM. Acara ini berlangsung di ruang 507 pada Selasa, 11 Februari 2025. Perkuliahan condong membahas implementasi Artificial Intelligence (AI), khususnya penggunaan ChatGPT, yang dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan efisiensi akademik. Dengan perkembangan pesat kecerdasan buatan, institusi pendidikan perlu memahami dan mengadaptasi teknologi ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi era digital. Perkuliahan ini juga menghadirkan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab terkait penerapan AI dalam dunia pendidikan.
“Kelas itu bisa asik, ya, jika environmentnya hidup, ya. Environment disini ‘kan suasana kelasnya, ya, kelasnya fasilitasnya kayak gimana, terus termasuk juga mahasiswanya kayak gimana. Nah pengalaman saya menjadi kelas ini karena mahasiswanya juga aktif, semua berkolaborasi, semua berpartisipasi. Terus akhirnya membuat kelas ini yang tadi saya bilang asik tadi. Dan sehingga insya Allah saya puas, mahasiswa juga puas”, tutur Prof. Usep setelah memaparkan materi di kelas kuantitatif 4PIK1. Pesan dari Profesor Usep untuk Gen Z dalam mengerjakan penelitian kuantitatif untuk kedepannya adalah, “Penelitian ini kan tugas wajib ya, karena wajib ya kalian kan emang mau nggak mau harus menghadapinya, harus mengikuti. Di sisi lain kita punya teknologi yang bernama AI di luar sana banyak banget. Bagaimana tugas yang wajib ini bisa menjadi mudah, yang akhirnya tidak menjadi beban berat bagi si mahasiswa. Maka, gunakan AI, kuasai tekniknya seperti apa, kemudian bagaimana kita akhirnya bisa berdampingan bersama AI, kita tidak menggunakan AI akan terus berkembang. Salah satu hal yang harus kalian lakukan adalah kita tidak harus menguasai semuanya setidaknya, kita bisa menguasai AI untuk bisa membantu kebutuhan kita. Karena kalau kita sudah terbiasa menggunakan AI, besok atau lusa, kita lulus, kita bekerja, AI itu pasti akan dibutuhkan juga. Jadi, gunakan AI secukupnya sesuai kebutuhan”.
Profesor Usep turut memberikan penjelasan tentang cara-cara mengelola kecerdasan buatan dengan bijaksana, khususnya ChatGPT, yang dapat digunakan dengan baik dan telah terbukti berhasil meningkatkan efisiensi industri pendidikan. Beliau menekankan bahwa manfaat AI bagi mahasiswa dapat membantu mereka untuk menyusun tugas akademik, melakukan riset, dan lebih memahami materi perkuliahan. Beliau juga menawarkan pelatihan langsung tentang penggunaan Scholar GPT, sebuah kecerdasan buatan yang dikhususkan untuk penelitian akademik. Ia menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat menggunakan kecerdasan buatan untuk merangkum, menganalisis, serta menghubungkan informasi dari berbagai sumber dengan mengunggah jurnal atau referensi mereka. Di akhir sesi, mahasiswa diminta untuk melakukan praktik langsung mengenai fitur Scholar GPT, belajar mengenai cara pencarian referensi berbasis kecerdasan buatan, dan berbicara tentang masalah dan etika menggunakannya di dunia akademik.
Program studi ilmu komunikasi adalah salah satu program studi yang terdapat di Universitas Bunda Mulia yang berfokus pada pengembangan keterampilan komunikasi berbasis teknologi dan industri kreatif. Program Prodi ini mengajarkan mahasiswa teori komunikasi, media, public relations, jurnalistik, periklanan, dan strategi komunikasi digital. Universitas Bunda Mulia telah menjadi perguruan tinggi berakreditasi unggul dari BAN-PT serta akreditasi internasional, yang memberikan fasilitas terbaik berupa beasiswa unggul bagi para mahasiswa/mahasiswi berprestasi.
Penulis artikel: Novita Eliana Tanjaya – VoxNova
Penyunting artikel: SCR
Narahubung: [email protected]